
Ajari aku apa makna hidup, Allah,,
Ajari aku apa makna sabar, Rabb,,
Ajari aku apa arti ikhlas, semesta,,
Ajari aku apa arti perjuangan,hai dunia dan seisinya yang selalu memuji Rabb-nya,,
Seperti anak kecil yang baru melihat lautan
Menjejakkan kaki kacilnya di kecipak ombak
“wow,, hebat! Ini menyenangkan..!” katanya
Semakin asyik ia bermain, semakin jauh ia masuk ke garis pantai
Air laut itu lama-kelamaan mencapai segaris dadanya
Ia pun tahu sesuatu yang lain,, “wow,, air ini ternyata dalam,, aku ingin tahu?!”
Mulai berenanglah ia ke dalamnya lautan,,
Itu aku
Aku yang baru menyibak tirai kehidupan, ada apa di dalamya?
Itu aku
Aku yang baru mengintip luasnya semesta, betapa hebatnya,,
Itu aku
Aku yang baru belajar tentang hati, organ terpenting yang bila itu baik, maka semua akan baik pula
Aku yang baru belajar, yang baru sadar,,
Ketika dahulu mulai kutahu tentang semangat, tentang perjuangan, tentang pencapaian dalam hidup, tentang betapa bisanya kita menjadi luar biasa,,
Maka dengan tegas ku azzamkan,
Aku takkan jadi ‘orang biasa’,aku mau jadi pribadi berbeda, dengan sebuah pencapaian,,
Maka ku azzzamkan
Aku tak ingin menempuh jalan yang sama dilalui orang kebanyakan
Jalan seperti, setelah sekolah kuliah, kuliah di jurusan yang telah banyak lulusannya yang kini sempurna menganggur
Jalan seperti, setelah kuliah, setelah susah payah cari kerja, mendapat pekerjaan yang,, katakanlah, di ‘belakan meja’, yang begitu-begitu saja, yang hanya diperintah orang lain
Jiwa muda ku berontak, aku mau yang berbeda! Aku mau sebuah pencapaian! Sebuah jalan yang berbeda! Yang mandiri, yang berkarya,yang berdikari, yang dinamis,,
Sederhana, bisa dimaklumi dan tak dapat disalahkan bukan,, pemikiran itu,,
Pemikiran itu,, yang secara tak langsung, mengesampingkan orang tua ku, dalam karier mereka, dalam setiap tetes peluh mereka, demi diriku,, demi kenyamanan dan keterjaminan diriku, anaknya tercinta
Tapi anak ini, dengan keluguan kecipak ombak tadi, seperti hanya mencibir, aku tak mau seperti Bapak Ibu! Aku tak mau hanya menjadi STAFF!! Tak mau hanya duduk di belakang meja mematuhi perintah orang lain,,
Tapi Allah,, sungguh betapa Maha Besarnya Engkau, betapa sayangnya Engkau pada kami, takkan pernah dapat ku bayangkan,,
Maka Engkau menghajarku, mengajarku,,
Maka Engkau ingin aku tahu,, indahnya kebenaran itu
Maka Engkau beri hamba dan keluarga hamba, cobaan, berat Allah, berat,,
Tak tertanggungkan karena cobaan itu, begitu menguras air mata Ibuku, Ibu ku yang mulia, jiwa dan raganya, menangis dan sakit karena diriku,,
Hatta, dengan azzam tadi, separo niat, separo nekat dan seutuh takdir membawaku ke Universitas Gajah Mada Jurusan Bahasa Korea
Tak apalah,, kataku, aku ingin berjuang di jalan ini, demi tegaknya Islam di bumi Korea di ranah antah berantah ini,,
Tak apalah,, kataku, harus ada yang berkorban, ‘otak lumayan cerdas’ku yang terdampar di jurusan ini, demi dien, bagaimana tidak?
Namun semua itu tak tertanggungkan bagi ibuku,,
Namun itu semua begitu sakit bagi beliau
Sakit merindukan setiap saat dengan putri tercintanya
Sakit karena tak pernah terbayangkan bagaiman kelak masa depanku,,
Betapa sayangnya beliau padaku, betapa mengerti beliau akan diriku, melebihi diriku sendiri,
Namun Allah berkehendak lain
Untung Allah berkehendak lain
Hanya berbilang 4 bulan aku belajar di Universitas kebanggaan itu
3 bulan berikutnya..
Ibukota, Jakarta
Sungguh, inilah kuasa Mu Rabbi,,
Kau bayar rabb,, Kau tebus,,
Tiap isakan Ibuku yang polos, Ibu yang kau tinggikan derajatnya dengan surga di bawah telapak kaki
Tiap sesak hati dan helaan nafasnya penuh perih,,
Beasiswa penuh
3 tahun
Jakarta School of Prosthetics and Orthotics
Training course of prosthetics and orthotics production
Sertifikasi internasional
Akan pembuatan kaki/tangan palsu dan alat bantu
Di sini aku belajar
Di sini aku berproses
Hingga kini terus belajar
Untuk menjadi manusia yang layak
Dengan predikatnya,, khalifah fil ardh,,
Satu tahun dengan pergolakan
Satu tahun dengan penolakan
I don’t wanna be here! Aku menggumam,,
Banyak hal membuatku ingin kembali ke rumah
Banyak hal pula membuatku mengerti, aku harus tetap di sini
Satu hal, semua karena kuasa Allah
Training course, ya, training course
Jangan bayangkan aku menghitung berapa banyak gaya yang diberikan pasien ke prosthesis
Jangan bayangkan aku mendesain socket dengan hitungan matematika dan fisika yang rumit
Ilmu di sini sederhana, yang dibutuhkan adalah skill dan pengertian yang baik akan teori-teori yang juga tidak rumit
Aku merasa kurang, aku ingin belajar lebih,
Ilmu kedokteran pun pasti sanggup kulahap,, fikirku,,
Kawan –kawan yang beragam, kawan-kawan yang sudah memasuki usia dewasa, kawan-kawan yang belum satu fikrah denganku, kampus yang sepi, keluarga tak di sini
Aku tak merasa memiliki, aku tak merasa tersenyum, aku tak merasa tertawa
Aku ingin pergi…
Syukur,,
Syukur,,
Syukur,,
Kini sedikit ku tahu, sedikit ku mengerti
Kini mulai kutanamkan
Bahwa setiap titik ilmu Allah harus dihargai
Setiap remeh di mata kita berarti bahaya
Harus kuhargai, harus kutakzim, harus kumengerti dan kupelajari
Sekecil apapun karunia ilmu Allah itu,,
Kini, berkat doa ibuku juga
Aku mulai merasa tersenyum,aku mulai merasa tertawa dan merasa memiliki hidup dan kehidupan
Dengan menghargai setiap jengkal ukhuwah dengan ikhlas
biar waktu memberi kesempatan kita untuk mengenal, ukhti, akhi,,,
yang kutahu, sedari awal jiwa-jiwa kita telah beresonansi untuk tersenyum dan berpeluk satu sama lain
biar waktu biarkan kita tahu apa saja kesibukan kita, apa saja cita-cita kita, apa makanan favorit kita, apa-apa yang kita suka, apa-apa yang kita tidak suka, biar,,
yang kutahu aku harus belajar menghargai dan meresapi setiap senyummu ya ukhti ya akhi,,
sebagai nikmat dariNya karunia dari Nya,,
dan juga belajar memberikan senyuman terikhlasku, senyuman terbaikku untuk kalian semua =>
Kini, 3 tahun dari azzam perdanaku dalam usaha pencarian diri
Biarkan aku berazzam untuk yang ke dua kali
Bismillahirrahmanirrahim,,
Aku akan menyelesaikan studiku di sini dengan sungguh-sungguh
Dengan penerimaan, dengan syukur
Dengan hiburan bermanfaat yang akan kucari ketika ku penat
Dengan senyum syukur ketika aku jatuh lelah
Dengan skill yang akan kuraih lewat kesabaran, ketelatenan, ketabahan dan doa
Akan kupersembahkan hasil terbaikku
Akan kupersembahkan hari kelulusan itu
Pada kedua orang tuaku tercinta,
Ini ibu,, ini bapak,,
Ini,, kupersembahkan hanya untuk kalian,,
Aku bertahan bu, aku bertahan pak,,
Aku cinta kalian,
Terimalah, terimalah, baktiku ini yang tetap tak mungkin membalas budi kalian
Bismillah,,
Aku akan membangun diriku untuk menyambut imam terbaikku
1,5 tahun waktuku, Insya Allah,,
Untuk belajar bangun pagi, salat subuh tepat pada waktunya
Untuk belajar bangun malam, merindu padaMU
Untuk belajar berkata-kata, hingga yang keluar adalah terjaga
Untuk belajar menata hati, jadi ku setia padanya karena Nya
Untuk belajar menata makan, dari hati, menghindari nafsu dari tiap butir nasi
Untuk belajar menata mata, menghindar dari yang bukan haknya, menghindar dari yang tak baik bagi nya, karuniaNya,
Untuk menanamkan apa yang telah aku tahu, meleburkan apa yang telah aku yakini
Sebagai karakter diri
Tak mudah memang
Kadang kita telah tahu, telah mengerti, telah merima, telah meyakini
Namun, mampukah kita melaksanakannya sebagai bagian dari diri kita? Sebagai karakter? Sebagai keikhlasan?
One and a half year for struggling…
Hingga ketika dia datang
Bukan karena dia aku bangun malam
Bukan hanya karena beliau yang kucinta aku menundukkan pandangan
Bukan karena imamku aku berhenti mendengar dan menonton film dan musik yang agak miring
Tapi karena diriku sendiri! Karena aku mampu melakukannya
Mampu
Mampu melakukaannya walau di duia ini tak ada lagi siapapun
Illallah,, kecuali Allah
Karena Allah
Fillah.
Amin.
jakarta, 27th march 2010